beningkan_hati

Posted in jaringan, wasiat on Oktober 30, 2007 by t4rno

gambar4.jpgKelas-kelas alamat

Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

Kelas Alamat IP Oktet pertama(desimal) Oktet pertama(biner) Digunakan oleh
Kelas A 1–126 0xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B 128–191 1xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C 192–223 110x xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D 224–239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E 240–255 1111 xxxx Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

beningkan_hati

Posted in wasiat on Oktober 28, 2007 by t4rno

Token Ring adalah sebuah teknologi akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969. IBM selanjutnya membeli hak cipta atas Token Ring dan membuat produk Token Ring miliknya sendiri pada tahun 1984. Elemen kunci dari desain Token Ring milik IBM adalah penggunaan konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted pair, dan sistem pengabelan dengan menggunakan hub aktif yang berada di tengah.

Pada tahun 1985, Project 802 dari IEEE pun meratifikasi standar IEEE 802.5 untuk protokol Token Ring, sehingga protokol Token Ring pun menjadi standar internasional. Pada awalnya, IBM membuat Token Ring sebagai pengganti untuk teknologi Ethernet sebagai teknologi LAN paling populer. Meskipun Token Ring lebih superior dalam berbagai segi, Token Ring kurang begitu diminati mengingat harga implementasi Token Ring lebih tinggi dibandingkan dengan Ethernet

Spesifikasi asli dari standar Token Ring adalah memiliki kemampuan transmisi data dengan kecepatan 4 megabit per detik, tapi kemudian ditingkatkan empat kali lipat menjadi 16 megabit per detik. Pada ring yang sama, semua node yang terhubung harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Implementasi yang umum terjadi adalah dengan menggunakan ring 4 megabit per detik sebagai penghubung antar node, sementara ring 16 megabit per detik digunakan sebagai backbone jaringan.

 

Beberapa spesifikasi dan standar teknis Token Ring, seperti enkapsulasi Internet Protocol (IP) dan Address Resolution Protocol (ARP) melalui Token Ring dijelaskan dalam RFC 1042.

 

Dengan Token-Ring, devais network secara fisik terhubung dalam konfigurasi ring dimana data dilewatkan dari devais ke devais secara berurutan. Sebuah paket kontrol, yang dikenal sebagai kontrol token, juga dilewatkan dalam ring. Devais yang ingin mentransmit data akan mengambil token, mengisinya dengan data dan dikembalikan ke ring. Devais penerima akan mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan dikembalikan ke ring. Protokol ini mencegah terjadinya kolisi data dan menghasilkan performansi yang lebih baik pada penggunaan high-level bandwidth.

 

Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: full duplex, switched dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full Duplex menggandakan bandwidth yang tersedia bagi devais pada network. Switched Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data antara segmen LAN, tidak antara devais LAN tunggal. Standar 100VG-AnyLAN mendukung format Ethernet dan Token Ring pada kecepatan 100 MBps.